Posted on Leave a comment

Ballasuka, Gowa Siap Jadi Desa Organik dan Budidaya Madu

Minggu, 17 Desember 2017 17:30
Laporan: Imran K,Mahasantri Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Unismuh Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Kepala Desa Ballasuka Kecamatan Tombolopao, Gowa, Abd Malik SSos MM meminta kepada tim dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar agar dapat membimbing dan membina masyarakat desanya terkait pengembangan ekonomi mandiri pedesaan.

Sasaran pengembangan yang membuat Direktur Jabal Nur Muhammadiyah Ballasuka ini, tertarik adalah pengembangan peternakan lebah.

Malik melihat potensi ternak lebah sangat memungkinkan dikembangkan di desanya, setelah mendengarkan pemaparan yang memang memiliki pengembangan ternak lebah.

Menurut Malik, Desa Ballasuka sudah pernah ada ternak lebah, namun dilakukan dengan cara tradisional.

Petani tidak dapat menahan ketika lebah-lebah berpindah ke tempat lain.

Sehingga, Desa Ballasuka Kecamatan Tombolopao menggelar pengembangan lebah dalam workshop kewirausahaan dengan tema “Prospek Pengembangan Ekonomi Mandiri Pesantren” di Pesantren Jabal Nur Muhammadiyah Ballasuka.

Hadir sebagai pemateri yakni Selain Imran, hadir sebagai pemateri sejumlah dosen FAI Unismuh, yaitu Drs Mutakallim MPd yang mengangkat tema ‘Tauhid Ekonomi’, Drs HM Husni Yunus MPdI dengan tema ‘Pemberdayaan Pertanian Ramah Lingkungan’, Dr Aziz Muslimin MPdI MPd dengan tema ‘Pemberdayaan Ekonomi Inovatif Berbasis Lingkungan Sosial’, serta Hurriah Ali Hasan ST ME PhD yang mengangkat tema ‘Manajemen Usaha dan Pemasaran’, dan dipandu oleh Muhammad Ibrahim SPdI MPdI.

Husni Yunus mengatakan, workshop kewirausahaan tersebut digelar sebagai rangkaian kegiatan pemberdayaan pesantren di bidang pengembangan ekonomi pedesaan.

Pesantren Jabal Nur Muhammadiyah Ballasuka menjadi salah satu yang menjadi pilot proyek pengembangan ekonomi yang melibatkan pesantren-pesantren.

Sebelumnya, juga telah dilaksanakan kegiatan serupa di Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja, beberapa waktu lalu.

Respon positif dari Kepala Desa Ballasuka disambut baik oleh tim Dosen FAI Unismuh untuk membina siswa pesantren dan masyarakat setempat dalam pengembangan potensi ekonomi desa.

“Kami akan segera melakukan tindak lanjut, yaitu memberi pelatihan kepada siswa dan masyarakat di bidang pengembangan ternak lebah. Selain itu, tim dosen FAI juga akan menyusun program-program pengembangan lanjutan yang terkait pengembangan lebah,” jelas Husni Yunus.

Dalam kesempatan workshop tersebut, Aziz Muslimin juga berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada siswa pesantren untuk ‘pergi ke luar negeri’. (*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2017/12/17/ballasuka-gowa-siap-jadi-desa-organik-dan-budidaya-madu

Posted on Leave a comment

Pemerintah Mengembangkan Budidaya Madu di Hutan Aek Nauli

Harimau Sumatra Diperkirakan Ada di Aek Nauli

Jumat , 15 December 2017, 10:00 WIB
Red: Yudha Manggala P Putra

Menurut dia, kawasan hutan Aek Nauli yang dikelola Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut memiliki luas sekitar 1.900 hektare. Keberadaan harimau Sumatra yang ditangkap masyarakat tersebut membuktikan ekosistem Aek Nauli terjaga dengan baik.

Selain harimau, kawasan hutan yang banyak ditanami pohon pinus tersebut juga dihuni siamang dan kera. Belakangan ini, pihaknya juga mengembangkan penangkaran lebah dan pemanenan madu di kawasan hutan yang berdekatan dengan Danau Toba tersebut.

Penangkaran lebah itu dapat menjadi aktivitas wisata dalam pemanenen madu. “Jadi, tujuan wisatanya bukan hanya Danau Toba,” katanya.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/15/p0zf0p284-harimau-sumatra-diperkirakan-ada-di-aek-nauli

Harimau Sumatra Terdeteksi di Hutan Aek Nauli

Luhung Sapto | Dec 16 2017, 07:30

Belakangan ini, Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengembangkan penangkaran lebah dan pemanenan madu di kawasan hutan yang berdekatan dengan Danau Toba tersebut. Penangkaran lebah itu dapat menjadi aktivitas wisata dalam pemanenen madu. (*)

Sumber: https://merahputih.com/post/read/harimau-sumatra-terdeteksi-di-hutan-aek-nauli

Posted on Leave a comment

Unik, Slovenia Menggagas Akademi Pemeliharaan Lebah

Kamis 14 Desember 2017 – 14:13

Di Slovenia, lebah bukan hanya dipandang sebagai hewan biasa. Warga di sana sangat memanfaatkan lebah, baik sebagai penghasil madu hingga menjadi ikon daya tarik wisata. Bahkan, baru-baru ini Slovenia akan menggagas akademi pemeliharaan lebah.

Dikutip dari laman resmi pemerintah Slovenia, keputusan untuk mendirikan akademi pemeliharaan lebah bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar terkait pemeliharaan lebah di negara Balkan itu.

Gagasan ini diumumkan oleh Menteri Pertanian Slovenia Dejan Zidan, Rabu (13/12). Gagasan terkait lebah bukanlah suatu hal yang baru, mengingat negara tersebut memang memberikan perhatian lebih terhadap serangga terbang penghasil madu itu.

Sebelum menggagas akademi pemeliharaan lebah, Slovenia pun memiliki beberapa kebijakan terkait lebah, diantaranya adalah pembangunan museum pada tahun 1959 yang mengoleksi dan menyimpan catatan dari beberapa daerah dan memperlihatkan legenda-legenda peternak lebah lokal hingga koleksi spesies lebah yang dimiliki Slovenia.

Hal tersebut dilakukan mengingat pemberdayaan lebah memiliki peran penting dalam perekonomian di negara itu. Jenis lebah yang diternakan merupakan spesies asli, yaitu lebah abu-abu Carniolan. Madu yang dihasilkan dari lebah ini bukan hanya untuk dikonsumsi, bisa juga digunakan sebagai obat hingga produk kecantikan.

Slovenia merupakan satu-satunya negara di eropa yang menjadikan lebah Carniolan sebagai spesies lebah yang dilindungi.

Bukan hanya itu, baru-baru ini Pemerintah Slovenia sudah mengajukan tanggal 20 Mei sebagai hari lebah dunia ke PBB.

Dikutip dari laman resmi pemerintahan Slovenia, inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya hewan penyerbuk tersebut.

Realisasi dari gagasan tersebut pun tinggal menuggu waktu hingga PBB melakukan pemungutan suara mengenai usul tersebut. Dijadwalkan pemungutan suara akan dilakukan sepekan setelah Menteri Dejan Zidan mengumumkan gagasan mengenai akademi pemeliharaan labah ini.

Writer
Muhammad Lutfan Darmawan

Editor
Wisnu Prasetiyo

Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/unik-slovenia-menggagas-akademi-pemeliharaan-lebah